|
|
|
KENTANG
Salah
satu komoditas pertanian, khususnya dari sub sektor tanaman hortikultura
yang bisa menjadi komoditas unggulan Kabupaten Garut adalah kentang.
Sebagaimana halnya Jeruk Garut, kentang mempunyai prospek yang sangat
cerah untuk terus dikembangkan serta mempunyai nilai ekonomis yang
cukup tinggi, dimana peluang pasar masih terbuka lebar baik untuk
pasar domestik maupun untuk pasar luar negeri. Selain itu, diketahui
pula bahwa kentang mempunyai kandungan zat karbohidrat yang tinggi,
lebih tinggi dari berbagai sumber karbohidrat yang lain seperti
beras,jagung atau gandum. Hal tersebut menjadikan kentang sebagai
prioritas alternatif yang mampu mensubstitusi kebutuhan pangan pokok
masyarakat. Bahkan untuk kalangan tertentu (penderita diabetes,
misalnya), kentang merupakan makanan pokok untuk diet, karena kandungan
kadar gulanya yang rendah. Singkatnya, kentang merupakan komoditas
yang penting dan mampu berperan untuk memenuhi gizi masyarakat.
Mengingat pola konsumsi masyarakat terhadap makanan terutama di
perkotaan, menjadikan kentang sebagai menu makanan sehari-hari yang
dikonsumsi bersama-sama dengan ayam goreng. Restoran fast food dan
berbagai jenis penganan juga menggunakan kentang sebagai bahan/
menu utamanya. Berbagai kenyataan tersebut semakin menegaskan besarnya
kebutuhan masyarakat terhadap kentang. Prospek penyerapan dan permintaan
pasar terhadap komoditas kentang, dari tahun ke tahun terus meningkat
Hal itu sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk, tingkat pendidikan
masyarakat yang lebih memahami peranan dan nilai-nilai gizi. Peningkatan
pendapatan/daya beli masyarakat yang semakin membaik, telah ikut
serta mengubah preferensi (kesukaan) masyarakat terhadap kentang.
Perkembangan berbagai industri pengolahan hasil-hasil pertanian,
dimana kentang dapat diolah menjadi snack atau makanan kecil juga
membuat permintaan terhadap kentang sebagai bahan baku terus meningkat.
Peningkatan permintaan pasar terhadap komoditas kentang, dapat dilihat
dari hasil analisis Bank Dunia pada tahun 1991 yang memproyeksikan
peningkatan permintaan sayuran rata-rata 3,6%-5% per-tahun pada
periode 1988-2010. Untuk mengantisipasi proyeksi tersebut, pemerintah
melakukan berbaai upaya peningkatan produksi berbagai jenis tanaman
hortikultura. Kentang menempati peringkat pertama dalam usaha tersebut,
dimana secara nasional perkembangan peningkatan produksinya adalah
745.000 ton pada tahun 1993, 783.000 ton pada tahun 1994, 822.000
ton pada tahun 1995, 864.000 ton tahun 1996, 908.000 ton tahun 1997,
dan 954.600 ton pada tahun 1998. Peningkatan kapasitas produksi
komoditas kentang di Kabupaten Garut dapat dilihat pada tabel berikut
ini: Perkembangan Kapasitas Produksi Kentang Periode Tahun 1994-1999
Tahun Luas Lahan (Ha) Luas Panen (Ha) Produksi (Ton) 1994 4.649
4.622 82.468 1995 4.584 3.863 70.206 1996 4.449 4.826 92.273 1997
3.827 5.374 102.583 1998 3.785 4.162 75.028 1999 5.299 4.331 78.638
Sumber : Kompilasi Data Kabupaten Garut Tahun 2000 Dari data nasional
dan Kabupaten Garut diatas dapat dikatakan telah terjadi peningkatan
dalam target dan kapasitas produksi kentang dari tahun 1994-1997.
Pada tahun 1998 di Kabupaten Garut terjadi penurunan kapasitas produksi
kentang yang cukup berarti. Tetapi pada tahun 1999 tercatat adanya
peningkatan kembali hasil produksi kentang ini. Penurunan tersebut
antara lain disebabkan adanya faktor krisis ekonomi yang berkepanjangan
di Indonesia. Secara umum data tersebut memperlihatkan bahwa komoditas
kentang memiliki prospek ekonomi yang baik dan peluang pasar yang
masih terbuka lebar, baik untuk pasar domestik maupun untuk pasar
luar negeri. Hal itu dapat terwujud jika dilakukan berbagai usaha
untuk terus meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi dari komoditas
ini, khususnya di Kabupaten Garut.
|
|